Berita

Presiden BEM yang Luar Biasa

  • Diposting oleh : Juandy Ichwan
  • Selasa, 22 Agustus 2017 - 08:38:29 WIB
  • Kategori: Informasi
  • Dibaca: 244 kali

Siapa sih yang tidak kenal kenal dengan sosok Calvin Hadinata? Dia sekarang adalah seorang alumni Ubaya yang pernah menjadi Presiden BEM UBAYA periode 2016-2017 dan  lulus dengan berbagai pengalaman organisasi serta prestasi di bidang olahraga. Yuk simak biodata dan cerita singkat selama perkuliahan Calvin Hadinata yang bisa jadi inspirasi buat para mahasiswa lainnya

Nama Lengkap :  Calvin Hadinata

Jurusan           :  Manajemen Layanan dan Pariwisata (angkatan 2013)

TTL                 :  Surabaya, 30 April 1995

IPK lulus         :  3.257

Prestasi          :

  1. Runner-up Liga Mahasiswa East Java Conference 2014
  2. Champion LA Campus League Tingkat Nasional 2017

 

Pengalaman organisasi  :

  1. Anggota KMM SEGA Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya 2013-2014
  2. Kabinet Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Surabaya (Menteri Olahraga) 2015-2016
  3. Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Surabaya 2016-2017     

 

Menurut Calvin, UBAYA merupakan kampus yang sangat cocok untuk berproses dalam mengembangkan soft skill. UBAYA adalah kampus kebangsaan dan multiculture. Di UBAYA dapat kita dijumpai semua kalangan suku, etnis, dan agama yang beranekaragam. Benar kata Bapak Rektor kita, Pak Joniarto Parung, bahwa UBAYA merupakan bentuk miniatur Negara Indonesia yang juga beraneka ragam.

Selain bisa memiliki teman yang banyak, kita sebagai mahasiswa juga bisa mendapat banyak pengalaman berharga melalui berorganisasi. Dalam berorganisasi kita dapat mengasah soft skill kita, yang tidak dapat kita dapatkan di perkuliahan akademik. UBAYA juga memiliki banyak organisasi yang sangat bagus.

KMM SEGA di FBE UBAYA merupakan organisasi awal bagi Calvin untuk mengikuti suatu kepanitiaan di kampus dan juga sebagai keluarga awal di kehidupan kampus kala itu. Di SEGA , Calvin menemukan teman yang benar-benar saling peduli. Meskipun saat itu sama-sama sibuk di kepanitiaan tapi tetap menyempatkan belajar bersama agar tetap seimbang dengan kewajiban utama yaitu kuliah.

Setelah melewati 1 periode di KMM, Calvin sempat memutuskan untuk tidak lagi mengukuti organisasi karena ingin focus mendapatkan beasiswa basket dari UBAYA meskipun keputusan tersebut sedikit disesali. Tidak lama setelah itu, tahun 2015 Calvin mendapat tawaran dari BEM Universitas Surabaya untuk menjadi ketua UBAYA GAMES 2016 yang menjadi event terbesar BEM. Hal itu serasa menjadi kesempatan awal untuk belajar menjadi seorang pemimpin. Kesempatan itu akhirnya saya terima setelah beberapa kali saya tolak. Menjadi Ketua di event tersebut sangat mengajarkan  banyak hal yang sebelumnya tidak bisa diperoleh dimanapun. Memimpin banyak panitia dari berbagai fakultas, menyatukan prinsip kita untuk kelancaran event tersebut, belajar bersikap tegas tapi fleksibel, belajar untuk berpikir terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan, memiliki penilaian dan menyimpulkan sesuatu dari banyak perspektif sehingga dapat meminimalkan kesalahpahaman.

Satu hal lagi yang Calvin pelajari bahwa berbeda saat berproses sebagai kepanitiaan dan berproses di dalam suatu organisasi terutama sebagai BPH. Berproses selama 1 tahun di BEM Universitas Surabaya menurutnya tidak cukup, karena masih begitu banyak hal yang harus diperbaiki. Hal ini menyentuh hati Calvin untuk maju menjadi calon regenerasi sebagai capres-cawapres BEM Universitas Surabaya periode 2016-2017 kala itu.

Bersama dengan Cynthia Kurniawan Fakultas Hukum 2014, Calvin maju sebagai capres-cawapres BEM Universitas Surabaya periode 2016-2017. Hal ini sangat tidak direncanakan sebelumnya, kami tidak berambisi untuk menjadi yang teratas, tapi karena kecintaan kami terhadap UBAYA yang membuat kami berkorban untuk berada pada posisi itu dan berjanji 100% menjalankan amanah tersebut. Tekanan yang didapat benar-benar terasa dan hal itu yang semakin menjadikan Calvin lebih dewasa dalam berpikir dan mengambil sikap. Kesempatan mengenal Rektor UBAYA, Bapak Joniarto Parung; Pak Hudiyo selaku WR3; serta Pak Stefanus Soegiharto (Direktur DPK) dan Pak Ridho Islamie (Manajer PAKM) yang merupakan sosok yang luar biasa dan selalu menjadi role model bagi pembelajaran kepemimpinan buat Calvin.